Menteri Pertanian Apresiasi Panen Raya di Masa Paceklik Kab.Karawang

Ragam Xpresi434 views

Kabupaten Karawang dikenal sebagai Lumbung Padi di Jawa Barat, namun saat ini dapat dikatakan memasuki masa panceklik.

Dalam kondisi paceklik, ternyata Petani di Kampung Persawahan Dusun Bengkuang Kelurahan Tanjung Mekar Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang  masih bisa panen Raya Padi di lahan milik, Akam, dari Poktani dengan luas 4 Ha, ini merupakan bukti Keberhasilan Upsus.

Panen raya di saat paceklik  ini memperoleh  apresiasi dari Menteri Pertanian RI Amran Sulaeman saat melakukan panen padi, pada hari Rabu (3/1/2017).

Amran menegaskan “Keberhasilan ini berkat kerjasama dan kinerja tim pemerintah pusat, daerah dan TNI-Polri serta kinerja para Babinsa dari Kodim Karawang yang tidak kenal lelah membantu teruwjudnya swasembada pangan yang terus melakukan pendampingan kepada petani”.

Amran Sulaeman juga menyampaikan bahwa di tahun 2018 Indonesia sudah Swasembada Pangan dan tidak lagi import beras, bahkan sudah bisa ekspor beras naik 0,09 %. Lebih lanjut ditegaskannya bahwa program pertanian ini sesuai dengan Paradigma Modern dan Kementrian Pertanian juga menurunkan Tim Upsus serta memberikan bibit unggul juga bantuan alsintan.

Selain itu Amran menyarankan agar petani tidak mudah menyerah menghadapi tantangan. Sebaliknya, kata dia, Petani harus tangguh dan kreatif, melakukan tanam serempak, disiplin pada golongan air, putus siklus OPT, harus dijaga dan dipelihara, karena anomali iklim tidak dapat diprediksi.

“Hemat air, sehingga untuk menghilangkan paceklik harus ada perbaikan pengairan, karena adanya air merupakan sumber kehidupan,” Amran mengingatkan.

Kementerian Pertanian saat ini telah lebih jeli melihat situasi tersebut sebagai siklus yang terulang dari tahun ke tahun. Hasilnya, para petani bisa mengatasi situasi dan berbalik 180 derajat. Paceklik kita hilangkan dengan cara menanam kembali, dan ini 2 kali lipat Luas tanam. Upaya ini akan terus dilanjutkan, dan sudah merupakan Perintah Presiden RI untuk terus mengontrol dan mengevaluasi hasil Pertanian.

Sedangkan Bupati karawang, Hj. Cellica berharap agar Karawang sebagai bagian dari lumbung padi akan selalu mampu meningkatkan cadangan pangan nasional. “Jawa-Barat adalah yang pertama kalinya yang mampu mengekspor beras organik ke mancanegara, salah satunya ke Belgia,” tuturnya.

Adapun Bupati Karawang menegaskan bahwa wilayahnya siap mendukung program Kementan RI dan menyiapkan stok Pangan Nasional. Pemerintahannya telah mengesahkan beberapa Perda dalam mendukung program Kementan, diantaranya Perda tentang Perlindungan Para Petani, Asuransi lahan Pertanian, Perda tentang Alih Fungsi lahan Pertanian.

Saat ini lahan produktif di wilayah Kab. Karawang seluas 97.000 Ha. “Banyaknya alih fungsi lahan pertanian, dengan perda ini Pertanian akan di pertahankan. “ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut hadir, Kepala Satgas Pangan Mabes Polri Irjen Pol Setyo, Staf Khusus Menteri Perekonomian RI, Staf Khusus Kemendagri RI, Danrem 063/SGJ Kolonel Inf Veri Sudijanto Sudin, Bupati Karawang Hj. Cellica Nurrachadiana, dan  Ketua DPRD Karawang H. Toto Suripto. (*)

www.mediaxpresi.com/www.jurnal7.com

 

Bio Penulis

Komentar