Pemkot Bandung Peroleh UHC Award dari Mendagri

Media Xpresi !

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyerahkan Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, yang diterima Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award diberikanĀ  atas komitmen PemkotĀ  Bandung menjamin seluruh warganya terlindungi jaminan kesehatan.

Usai menerima penghargaan, Solihin mengatakan, UHC Award merupakan bukti keseriusan Pemkot Bandung melindungi kesehatan warganya. Pemkot Bandung saat ini fokus melindungi seluruh warga Bandung melalui jaminan kesehatan. Untuk mewujudkannya, Pemkot Bandung menganggarkan dana sebesar Rp 110 miliar.

Melalui program ini, Pemkot Bandung mendaftarkan warga yang belum terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Warga Kota Bandung dapat mengakses program melalui Seksi Jaminan Pembiayaan dan Regulasi Kesehatan (JPRK) di Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung.

Warga cukup membawa masing-masing dua rangkap fotokopi KTP, Kartu Keluarga (KK), dan surat keterangan berobat untuk mendapatkan surat rekomendasi. Selanjutnya, warga bisa langsung mendatangi kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk mendapatkan kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dan mengaktifkan layanan asuransi kesehatannya.

Setelah mendapatkan kartu JKN-KIS, warga yang sedang dirawat harus segera melapor ke rumah sakit tempatnya dirawat sebelum 3×24 jam hari kerja sejak pasien masuk ke rumah sakit.

Program ini diperuntukkan bagi 123.220 warga yang belum memiliki JKN. Jumlah tersebut di luar warga berpenghasilan rendah yang menerima program Penerima Bantuan Iuran (PBI). Pemerintah kota juga menggelontorkan anggaran sebesar Rp 261 miliar untuk program PBI.

Solihin mengegaskan, Pemkot Bandung dengan segala sumber dayanya berusaha memfasilitasi kebutuhan kesehatan masyarakat. Hanya saja, Solihin mengimbau agar warga, terutama dari kalangan mampu, tidak selalu bergantung pada fasilitasi pemerintah.

“Prinsip iuran dari BPJS tidak hanya membantu masyarakat kurang mampu yang ada di Kota Bandung, tetapi juga membantu masyarakat seluruh Indonesia. Ini merupakan kerja ibadah kita sebagai manusia, Karena BPJS ini, kita saling membantu satu dengan yang lain,” katanya.

Bio Penulis

Komentar