Dansektor 21 berharap Rencana Aksi Pusat Lebih Banyak Untuk Citarum Harum

Nasional709 views

Media Xpresi !

Kolonel Inf Yusep Sudrajat, Dansektor 21 Satgas Citarum , mengevaluasi capaian Program Citarum Harum yang dipimpinnya di wilayah Cimahi, Banjaran, dan  Rancaekek.

Menurutnya sebelum TNI  terjun mengurus Citarum maka bisa dilihat pasa saat itu air sungainya hitam semua, namun sekarang sudah sulit menemukan air sungai yang berwarna hitam karena limbah industri.

“Sekarang banyak pabrik yang sudah mempunyai rasa malu untuk membuang limbah kotor ke sungai, mereka takut pabriknya ditutup saluran limbahnya, bahkan banyak pabrik yang sudah sadar untuk membenahi pabriknya,” ungkapnya , saat ditemui pada acara Seminar KKN Tematik Citarum Harum di Lingkungan LLDikti Wilayah IV yang diadakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV, Selasa, (18/12/2018), di Harris Hotel & Coventions Festival Citylink jalan Peta Bandung.

Yusep menegaskan , pembenahan di sektor 21  , adalah membuat jaring di tiap sungai yang jumlahnya ratusan, tiap RT dan RW, Kelurahan dan Desa harus membuat tong sampah, bak sampah dan TPS, ditambah motor sampah, dan truk,  walaupun belum ada dukungan dari pusat untuk mewujudkannya.

Namun tanpa dukungan pusat dengan semangat , swadaya dan komunikasi serta kepedulian dan kecintaan pada Citarum , maka sudah terwujud  di tahun 2018 , sebanyak 50 bak sampah ukuran 8 x 10 m, jelas Yusep.

Hingga saat ini rencana aksi dari Pusat tidak ada, padahal rencana aksi berimplementasi kepada anggaran, begitu rencana aksi ada, maka berapa anggarannya, itulah yang harus dicapai, sementara di tahun 2018 dana untuk kegiatan yang TNI terima baru untuk uang makan, uang saku, dan uang penginapan, hanya itu saja, dan tidak ada untuk membangun sarana terkait program Citarum Harum.

Yusep memberikan gamabaran untuk mengecor lubang limbah satu pabrik nakal menggunakan truk semen kecil saja harganya 3,5 juta rupiah, dan truk semen yang besar 5 juta rupiah, maka yang menjadi pertanyaan dari mana dananya, padahal dari pusat tidak ada, maka akhirnya dana tersebut disediakan oleh rekan-rekan kita yang peduli dengan lingkungan, dan hal itu tidak masuk ke dalam rencana aksi, karena rencana aksi harus masuk ke anggaran pemerintah.

Apapun kendalanya  Kolonel Inf Yusep Sudrajat tetap optimis akan masa depan Citarum Harum, ditambah pula kehadiran  KKN Tematik Citarum Harum yang dilakukan Perguruan Tinggi sangat membantu TNI dalam mensosialisasikan Program Citarum Harum kepada masyarakat.

Kota Bandung penduduknya ada di angka 8 jutaan, maka masih banyak yang belum tersentuh kegiatan KKN Tematik ini.

KKN Tematik sangat membantu TNI terutama dalam hal sosialisasi Program Citarum Harum, mahasiswanya belajar berbicara dengan masyarakat dan bahan pembicaraannya yaitu tentang Citarum.

 Semua Mahasiswa tanpa melihat program studi diterjunkan untuk mensosialisasikan program Citarum Harum, seperti  mahasiswa Politeknik Cimahi membuat gilingan sampah dan diserahkan kepada Subsektor 21 di Lagadar, dan ada Mahasiswa jurusan Bahasa yang belajar bahasa ketika KKN Tematik, pungkas Dansektor 21.

Deetje**

www.jurnal7.com

www.mediaxpresi.com

 

 

Bio Penulis

Komentar